Rencana Kenaikan Gaji Pejabat Negara
Gaji Gubernur BI Kalahkan Gaji Presiden!
Take home pay seorang Gubernur BI sebesar Rp 260 juta. Sedangkan, Presiden Rp 150 juta.
Selasa, 27 Oktober 2009, 13:44 WIB
Heri Susanto
  (Vivanews/ Tri Saputro)


VIVAnews - Gaji Presiden Republik Indonesia seharusnya tertinggi dibandingkan dengan gaji pejabat di instansi negara lainnya di negeri ini. Namun, yang terjadi sekarang tidak demikian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi Keuangan DPR, Harry Azhar Azis terkait dengan polemik remunerasi gaji pejabat negara yang tengah mencuat belakangan ini. Program remunerasi gaji pejabat itu sudah dimasukkan dalam anggaran negara 2010.

"Saat ini, di Indonesia gaji Presiden kalah oleh gaji Gubernur Bank Indonesia (BI)," kata dia kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 26 Oktober 2009.

Padahal, tugas dan tanggung jawab Presiden jauh lebih berat ketimbang tugas dan tanggung jawab Gubernur BI. Selisih gaji yang terlampau lebar seharusnya diperkecil sehingga tidak ada lembaga di Indonesia yang bergaji lebih tinggi dari Presiden.

Dia menjelaskan take home pay atau total pendapatan yang dibawa pulang seorang Gubernur BI saat ini sekitar Rp 260 juta per bulan. Itu belum termasuk THR sebesar Rp 150 juta.

Sedangkan, take home pay yang diterima oleh Presiden Indonesia saat ini sekitar Rp 150-an juta. "Itu sudah termasuk tunjangan-tunjangan," kata dia. Tetapi, Presiden juga memiliki dana operasional yang berjumlah miliaran rupiah per tahun. 

Untuk gaji seorang menteri, gaji pokoknya memang sekitar Rp 18 juta. Namun, ditambah dengan berbagai jenis tunjangan, mereka bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 50-60 juta per bulan. "Itu belum termasuk dana operasional per bulan 150 juta."

Dia menjelaskan masalah penggajian pejabat negara ini semestinya diatur dalam Undang-Undang. Dengan demikian, ada standar gaji pokok dan tunjangan-tunjangan yang melekat dan disepakati dalam UU. "Jadi, tidak setiap kali ada rencana kenaikan gaji, selalu muncul polemik."

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
RIYAN
27/10/2009
anggota dewan tdk layak diberi gaji terlalu banyak, masih banyak rakyat yg membutuhkan dana tersebut. lihat dulu apa pantas diberi gaji lebih tinggi kerjax hanya tidur kl rapat heeeeeee
dana_taktis
27/10/2009
iya thp nya emang lebih rendah.. tapi di BI nga ada anggaran dana taktis sebesar Rp. 2 Milyar per bulan :).. siapa yang tau kalau itu dana masuk kantong sendiri .. nah loh...
Romy
27/10/2009
Ehmmmm, tapi mengapa ya Boediono mau tinggalkan jabatan Gubernur BI menjadi seorang wakil presiden? Padahal, gaji Gubernur BI jauh lebih tinggi dari Presiden. Ehmmmm apa ya ......
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.