Ekspor Mebel Indonesia Kalah dengan Malaysia
Pada 2008 ekspor mebel ke Emirat Arab sebesar US$ 13,19 juta atau meningkat 42 persen.
Rabu, 11 November 2009, 01:59 WIB
Hadi Suprapto, Elly Setyo Rini
Furnitur built-in yang praktis dan efisien (VIVAnews/Irma Kurniati)

VIVAnews - Dubai yang merupakan bagian dari Persatuan Emirate Arab menjadi pasar yang sangat potensial untuk produk mebel.

Meskipun ada permasalahan terkait dengan sektor properti sebagai imbas krisis dunia,  namun sektor perdagangan mebel, interior serta kerajinan tangan masih tetap prospektif baik untuk pasar Dubai maupun negara-negara Emirate Arab lain.

Data Departemen Perdagangan mencatat, pada 2008 ekspor mebel ke Emirat Arab sebesar US$ 13,19 juta atau meningkat 42 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 9,3 juta.

"Namun, pangsa pasar ekspor mebel Indonesia masih rendah dibandingkan dengan pesaing kita dari ASEAN, seperti Malaysia dan Thailand," ," kata Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Hesti Indah Kresnarini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 10 November 2009.

Pengekspor mebel terbesar masih dipegang China dengan total ekspor senilai US$ 572,65 juta (pangsa pasar 35 persen), diikuti Italia (16 persen), Jerman (7 persen), Amerika (5 persen) dan Malaysia (5 persen).

Untuk keenam kalinya, Indonesia akan kembali berpartisipasi pada Pameran The 19th International Middle East Furniture, Interior Design and Shopfitting Exhibition (Index 2009) yang akan berlangsung pada 14-17 November 2009 di World Trade Center, Dubai.

Menurut dia, keikutsertaan Indonesia pada pameran ini merupakan komitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan pasar ke wilayah Timur Tengah dan Afrika serta dalam rangka diversifikasi pasar ekspor.

Pameran Index tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-19 dan diikuti oleh lebih dari 1.750 peserta dari 57 negara dan 35 pavilion nasional dari negara masing-masing.

Pavilion Indonesia menempati area Hall I Al Rashid, bersebelahan dengan Pavilion Malaysia dan Taiwan, yaitu seluas 489 meter persegi dari luas pameran 23.000 meter persegi.

Partisipasi Indonesia pada Index kali ini, akan memamerkan produk-produk mebel (outdoor, indoor, accesories dan handicraft) dari 20 perusahaan yaitu PT Armindo Intercorp, PT Aneka Duta Kreasi, CV Beta Foam Industrial, PT Panel Indofurn (PIF), PT Funisia Perkasa, PT Kriya Nusantara Group, CV Karya Cipta Mandiri, PT Mitra Anugrah Gemilang, CV Mahkota Lestari Abadi, CV Pritada International, PT Tanamas Furniture Industria, CV Kriya Kertas, CV Studio Keramik, PT Hanung Crafts, PT Cococraft, PT De Bough, PT Azalea, PT Jaya Jati Vision, PT Chitose Indonesia MFG, dan PT Hasil Saw Mill.

Pada penyelenggaraan Index tahun lalu, nilai transaksi yang diperoleh pengusaha Indonesia mencapai US$ 1,8 juta atau setara dengan Rp 18 miliar, mencakup penjualan US$ 940 ribu (52,03 persen), order US$ 695,98 ribu (38,52 persen) dan penjualan ritel US$ 170,86 ribu (9,46 persen).

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.