Menteri PPN: RI Bisa Ekspor Listrik
Dengan keunggulan sumber arus laut yang murah dan ramah lingkungan bukan hal yang sulit.
Senin, 16 November 2009, 10:57 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan
Armida Alisjahbana (ceds.fe.unpad.ac.id)

VIVAnews - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S Alisjahbana mempunyai mimpi membuat Indonesia bisa mengekspor komoditas listrik. Alasannya, dengan potensi sumber pembangkit listrik yang besar Indonesia diyakini bisa mengekspor.
 
"Saya berharap melalui seminar ini bisa memberikan rekomendasi kebijakan mengenai kemungkinan pemanfaatan energi arus laut di Kepulauan Riau," kata Armida saat membuka Seminar Kebijakan Pengembangan Energi Arus Laut di Bappenas, Senin, 16 November 2009.
 
Armida menuturkan, dengan keunggulan sumber arus laut yang murah dan ramah lingkungan bukan hal yang sulit untuk diwujudkan. "Energi arus laut ini bukan hanya solusi untuk Kepulauan Riau, tapi bahkan komoditas ekspor ke ASEAN," kata Armida.
 
Menurut catatan Staf Ahli Meneg PPN Bidang Tata Ruang dan Kemaritiman Rizal S Sabirin, potensi sumber listrik arus laut Indonesia cukup besar. Ini terlihat dari letak geografis kepulauan dengan berbagai selat.
 
Bahkan, negara Filipina bekerja sama dengan perusahaan Kanada terlebih dahulu merencanakan untuk memanfaatkan imbas dari Indonesian Throuflow dengan rencana pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 25 ribu MW. Cara itu dilakukan dengan membuat pagar (tidal fence) yang membutuhkan empat pulau kecil dengan bentang total hanya sepanjang empat kilometer.
 
"Rencana ini sama dengan 6,250 MW per kilometer lebar selat," kata Rizal.

Biaya investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 30 miliar USD. Selain itu juga turut dianggarkan sebesar US$8 miliar untuk investasi ASEAN Power Grid.
 
"Indonesia cukup banyak potensi potensi arus laut, banyak gerografis seperti Selat Sunda dan lainnya karena negara kita kepulauan, kalau bisa kenapa tidak," katanya.
 
Menurut Armida, kebijakan pengembangan pembangkit listrik arus laut ini dimasukkan dalam proyek 10 ribu MW tahap dua. Rencananya proyek akan masuk Public Private Partnership (PPP). Namun, seandainya tidak bisa dimasukkan dalam PPP, pemerintah berharap investasi pengembangan listrik ini melalui swasta murni.
 
antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
corryn
16/11/2009
Mau ekspor listrik ?? Masalah listrik dalam negeri saja belum terselesaikan. masih serimg terjadi pemadaman listrik di kota-kota besar di Indonesia, yang mengakibatkan kerugian besar-besaran di dunia industri. seharusnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan dalam negeri dulu, bukan mencari keuntungan yang besar melalui ekspor listrik.
jack
16/11/2009
kalo mimpi jangan kelamaan ........... benahi dulu itu PLN yg bikin listrik byar pet alias mati giliran..........
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.