|
VIVAnews - Pemadaman listrik yang belakangan ini terus terjadi membuat para pelaku industri dalam negeri kehilangan kepercayaan dari konsumennya.
Menurut Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, sebab dengan adanya pemadaman listrik otomatis kegiatan industri terhenti.
"Dengan adanya pemadaman bergilir menyebabkan pengiriman barang ke para pembelinya di luar negeri terlambat. Kredibilitas perusahaan dipertaruhkan," ujar dia dalam Diskusi Bertajuk Ruwetnya Mengurus Listrik di MNC Tower Jakarta, Senin, 16 November 2009.
Dengan kondisi itu, kata Ade, para pelaku industri terpaksa harus mengeluarkan biaya lebih besar dengan melakukan pengiriman barang melalui udara agar pengiriman barang tidak terlambat.
"Biasanya menggunakan jasa pengiriman laut. Tetapi kalau sudah terlambat begini, terpaksa menggunakan udara. Jadi, biaya membengkak 30 kali lipat," tutur Ade.
Ade menuturkan, saat ini industri terpaksa harus menggunakan genset sendiri agar kegiatan produksi tidak terhenti akibat terus terjadinya pemadaman listrik.
"Untuk menyewa satu genset 300 KVa, kami harus bayar Rp 15 juta per bulan dan itu belum termasuk beli solar. Tentunya, ini membuat over cost produksi," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com