|
VIVAnews - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengaku tidak tahu-menahu mengenai kabar tiga pejabat yang diisukan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Saya tidak tahu mereka datang," kata Mustafa Abubakar usai pelantikan direksi Perum Bulog di kantor pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin 23 November 2009.
Mustafa yang berulang kali mengatakan tidak tahu mengenai proses uji kelayakan dan kepatutan itu juga enggan berkomentar soal kemungkinan Kementerian BUMN tidak dilibatkan dalam proses pemilihan calon dirut PLN itu.
Namun, Mustafa mengakui, saat ini, tim antardepartemen memang sedang mengevaluasi masalah kelistrikan di Tanah Air. Evaluasi itu meliputi pasokan listrik, skema pembiayaan termasuk kemungkinan pergantian manajemen PLN.
Sebelumnya, Dahlan Iskan, Chief Executive Officer (CEO) Jawa Pos Group, yang disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar.
arinto.wibowo@vivanews.com
• VIVAnews