Baju-baju buatan China meski dari luar tampak menarik tapi jahitan dan kancing mudah usang
|
|
(VIVAnews/Mohammad Adam) |
|
VIVAnews - Berbeda dengan tas dan dompet, untuk baju dan celana produk China, Hongkong dan Korea Selatan bersaing merebut konsumen di ITC Mangga dua, Jakarta Barat.
Namun, seorang pemilik Toko Pakaian bernama Amin, mengakui saat ini taring produk dari China sudah mulai berkurang. Pasalnya kualitasnya kurang bagus dan cepat rusak walaupun harganya murah.
"Masih lebih bagus buatan dalam negeri," tuturnya kepada VIVAnews di Mangga Dua, Jakarta, Senin sore, 8 Februari 2010.
Dia menjelaskan baju-baju buatan China meski dari luar tampak menarik tetapi jahitan dan kancing yang dipergunakan mudah usang. Sekarang ini, kata dia, para pedagang jika ingin mengimpor suatu produk lebih memilih dari Hongkong maupun Korea Selatan karena hasil produksinya lebih bagus.
Apalagi, untuk produk tas maupun dompet, toko-toko di Mangga Dua lebih condong memilih buatan Korea Selatan karena memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dari China. "Di sini semuanya dari Korea Selatan," ujar Maria, penjaga di Toko Tas "Brilliant Collection".
Produk tas yang dijual bervariasi mulai dari Louis Vuiton, Yessaint Laurent dan Prada dengan harga yang cukup mahal mulai dari Rp 250.000 hingga jutaan rupiah.
Kendati bukan, original tetapi produk-produk ini memiliki kualitas dan model yang tidak kalah bagus dengan aslinya.dia kepada VIVAnews.
Produk tas yang dijual bervariasi mulai dari Louis Vuiton, Yessaint Laurent dan Prada dengan harga yang cukup mahal mulai dari Rp 250.000 hingga jutaan rupiah.
Kendati bukan, original tetapi produk-produk ini memiliki kualitas dan model yang tidak kalah bagus dengan aslinya.
• VIVAnews