Kisruh Kilang Tambun
Pasokan Elpiji Jakarta Bakal Terganggu
Kilang elpiji Tambun terancam tutup menyusul Pertamina mengancam menghentikan pasokan gas.
Selasa, 9 Februari 2010, 10:49 WIB
Hadi Suprapto
Gas Elpiji (ANTARA/Yusran Uccang)

VIVAnews - Rencana PT Pertamina EP menghentikan pasokan gas ke kilang elpiji Tambun, Bekasi, bakal berdampak besar. Kilang yang dioperasikan PT Odira Energy Persada bekerja sama dengan BUMD Bekasi, PT Bina Bangun Wibawa Mukti ini, memasok 50 persen kebutuhan elpiji di wilayah Jabodetabek.

Bupati Bekasi Sa'aduddin mengatakan, persoalan kilang elpiji Tambun tidak semata-mata persoalan bisnis dan hukum. Tapi sudah menyangkut kepentingan negara dan nasional.

Hal itu menyangkut dampak turunan dari keberadaan kilang itu. Mulai dari isu kesehatan, lingkugan, hingga tenaga kerja. "Jadi, saya tidak bisa membayangkan seandainya benar Pertamina akan menghentikan pasokan gas," katanya kepada VIVAnews, baru-baru ini.

Atas alasan ini, Pemda Bekasi merasa keberatan bila kilang yang elpiji itu ditutup. Bupati yakin, bila Pertamina menghentikan pasokan gas pada 11 Febuari 2010, distribusi elpiji di wilayah Jakarta dan sekitarnya separuhnya bakal terganggu. Pertamina mengancam menghentikan pasokan gas, karena kilang ini dalam sengketa.

Direktur Utama PT Bina Bangun Wibawa Mukti Mohamad Cholid menambahkan, beberapa perusahaan telah menjadi pelanggannya. Perusahaan telah menjual elpiji dari kilang itu melalui PT Bayu Buana Gemilang, PT Kemitraan Energi Industri, PT Energasindo Heksakarya, dan PT Banten Gas Synergy. "Mereka memiliki konsumen perusahaan-perusahaan besar," kata Cholid.

Dalam catatan perusahaan, PT Bayu Buana Gemilang memiliki konsumen PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Mulia Glass, PT Indo Sentra Pelangi, PT Indoalum International Indonesia, PT Mulia Keramik, PT Coca-cola Beverage Indonesia, PT Gunung Raja Paksi, PT Protechma Indonesia, dan PT Gitra Nusantara Gemilang.

Sedangkan PT Kemitraan Energi Industri memiliki konsumen PT Gula Rafinasi Cilegon dan PT Banten Inti Gasindo. PT Energasindo Heksakarya, dengan konsumen PT Surya Toto Indonesia Tbk, PT Evonik Degussa Peroxide Indonesia, PT Showa Indonesia MFG, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Essenza Intikeramik, PT Blue Skope, PT Cabot Indonesia, PT JayaBoard, PT Perlite Indonesia Abadi, dan PT Gajah Tunggal Tbk.

PT Banten Gas Synergy memiliki konsumen yakni PT Super Silica. Selain itu, ada PT Mutiara Energy.

Selain itu pembelian CNG yang didistribusikan PT Iev Gas Indonesia, juga memiliki banyak konsumen. Yakni PT Indofood Sukses Makmur (Padalarang, Bandung), PT Gizindo Prima Nusantara (Padalarang, Bandung), PT Ceres (Bandung), PT General Food Indonesia (Bandung), PT Garuda Food Putra Putri Jaya, (Rancaekek, Bandung), PT Ultra Jaya Milk Industries & Trading Company, (Padalarang, Bandung), PT Panarub Industries (Tenggerang), dan PT Enkei Indonesia, (Cikarang, Bekasi).

Tidak hanya itu, ada juga trader gas, yaitu PT Harindo Mitra Gas Utama, PT Gasindo Piranti Nusa, dan PT Kimia Yas. Sedangkan pembeli Kondensat adalah PT Harindo Putra Jaya dan PT Dua Energy Sejati.

"Kalau ditutup, sederet perusahaan bakal tidak mendapat pasokan gas," kata Bupati.

Kemarin, Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan telah meminta Pertamina EP agar tetap mensuplai gas buang (flare) itu ke kilang elpiji Tambun. Ini supaya pasokan elpiji tetap lancar.

hadi.suprapto@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.