|
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan Indonesia telah berhasil lulus menghadapi ujian krisis global pada 2008.
"Bahkan, dunia juga anggap kita kompeten, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia positif seperti China dan India," kata SBY saat memberikan kuliah umum di hari Pers Nasional di Palembang, Selasa, 9 Februari 2010.
Ini berbeda dengan negara-negara lain, khususnya negara barat yang justru mengalami pertumbuhan negatif akibat krisis finansial global.
SBY menjelaskan keberhasilan Indonesia saat ini tidak lepas dari program reformasi yang dilakukan sejak 1999. "Kita bisa memetik pelajaran pada krisis 10 tahun lalu untuk tidak diulangi," katanya.
Karena itu, semua pihak bersatu merespons dan mengantisipasi dengan kebijakan yang cepat dan tepat. "Sekarang, kita sudah lebih siap dan lebih tahan menghadapi gejolak krisis."
Namun, dia menekankan setelah RI lulus dari krisis global, Indonesia menghadapi ujian berikutnya. Ujian itu adalah bangsa Indonesia harus sukses dalam pembangunan lima tahun ke depan. "Ini kita memberi jalan dan pintu bagi pemimpin baru agar Indonesia terus bergerak menjadi negara bermartabat dan sejahtera."
Untuk pembangunan lima tahun ke depan, menurut SBY, ada tiga pilar utama yang dihadapi bangsa Indonesia.
Pertama, meningkatkan pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, melalui program bersama antara pusat dan daerah. Kedua, membangun demokrasi yang makin mapan, lebih terkonsolidasi. Ketiga, ingin mewujudkan keadilan yang makin tegak, baik penegakan hukum, keadilan sosial dan keadilan hakiki.
"Tak ada diskriminasi, yang lemah dibantu. Dengan begitu, pembangunan untuk semua, pertumbuhan inklusif, adil dan merata."
heri.susanto@vivanews.com
• VIVAnews