Sesi I Tutup
IHSG Masih Tergerus Sentimen Eksternal
Namun, bursa Asia saat IHSG tutup berhasil berbalik arah menguat seperti indeks Hang Seng.
Selasa, 9 Februari 2010, 12:15 WIB
Antique
Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia terlihat tetap tertahan di teritori negatif. Namun, pelemahan tersebut mulai mereda.

Menurut PT Reliance Securities Tbk dalam risetnya yang diterima VIVAnews hari ini, IHSG masih mengalami penurunan, karena masih terbawa sentimen negatif eksternal.

Seperti gejolak di pasar modal yang meningkat, akibat defisit anggaran di beberapa negara di Eropa (Yunani, Spanyol, dan Portugal) yang membengkak dan meningkatkan risiko gagal bayar pada utang luar negeri negara tersebut.

Sekuritas tersebut menyarankan, ketika indeks Dow Jones berada di bawah level 10.000, sebaiknya  investor lebih fokus untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar lagi.

Indeks akhir sesi I Selasa, 9 Februari 2010, terkoreksi 28,58 poin atau 1,16 persen ke level 2.446,99, dari awal transaksi pagi tadi yang melemah 13,16 poin (0,53 persen) di posisi 2.462,41.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 1,59 triliun dan volume tercatat 4,29 juta lot, dengan frekuensi 39.773 kali. Sebanyak 45 saham menguat, 122 melemah, 54 stagnan, serta 266 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham unggulan yang melemah cukup besar antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 650 (1,92 persen) di posisi Rp 30.050, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) terkoreksi Rp 450 atau 2,89 persen menjadi Rp 15.100, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp 200 (2,29 persen) ke level Rp 8.500.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng terangkat 35,30 poin (0,18 persen) di posisi 19.586,19, Nikkei 225 turun 16,24 atau 0,16 persen menjadi 9.935,58, dan Straits Times menguat 9,65 poin atau 0,36 persen ke level 2.703,27.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.385 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.380/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.

Berita Bisnis Terpopuler