Harga Melambung
2009, Produsen Emas Hadapi Masa Sulit
Imbas resesi ekonomi global menjadi pemicu turunnya daya beli masyarakat.
Jum'at, 26 Desember 2008, 14:44 WIB
Heri Susanto, Nerisa
  (goldprice.org)

VIVAnews - Industri perhiasan emas diperkirakan akan menghadapi masa-masa sulit pada 2009.

"Tahun depan, daya beli masyarakat akan melemah," ujar Presiden Direktur Itamaraya Gold Industri Indra Tantomo di Jakarta, Jumat, 26 Desember 2008. Imbas resesi ekonomi global menjadi salah satu penyebab utama turunnya daya beli masyarakat.

Itamaraya adalah salah satu pemain di industri perhiasan emas. Dengan kondisi tersebut, Indra mengaku akan menghadapi kesulitan untuk mengembangkan industri perhiasan emas.

Padahal, kata dia, harga komoditas emas diperkirakan masih akan mengalami kenaikan pada tahun depan.

Dalam tempo lima tahun terakhir, sejak Januari 2003 hingga Desember 2008, harga emas 24 karat (K) di pasar lokal sudah naik 239 persen, yakni dari Rp 88 ribu per kilogram menjadi Rp 299 ribu per kilogram.

“Kami berencana lebih fokus pada produksi perhiasan perak yang harganya lebih terjangkau. Kami akan membuka galeri perhiasan di Bali,” jelas dia.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.