|
VIVAnews - Pengusaha menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dijanjikan kandidat presiden Jusuf Kalla masih realistis.
"Selama Soeharto memimpin pertumbuhan ekonomi 7 - 8 persen bisa. Kalau dulu bisa, maka sekarang juga bisa," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi usai Dialog "Presiden Pilihan" di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin 18 Mei 2009.
Menurut dia, langkah Kalla mengurangi subsidi dan dialihkan ke proyek infratsruktur merupakan jalan yang tepat untuk meraih pertumbuhan hingga 8 persen. "Kalau subsidi sebesar Rp 200 triliun yang dia mengatakan bisa dipakai untuk infratsruktur maka pembangunan akan banyak sekali," ujarnya.
Sofjan menilai, pemaparan Kalla dalam dialog dengan pengusaha itu cenderung ingin memproteksi pengusaha nasional dan industri dalam negeri, termasuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
"Janji-janji ini menjadi prioritas ditagih kalau dia jadi presiden," katanya. Karena bagi pengusaha, kata dia, target-target tersebut menjadi harapan di tengah globalisasi. "Tinggal bagaimana pendekatannya, karena butuh jaminan pemerintah agar aman," ujarnya.