|
VIVAnews - Sistem kepabeanan satu pintu dalam kegiatan impor ekspor Indonesia (NSW) bakal lebih maju dibandingkan Singapura.
Kemajuan ini, menurut Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi bisa terlihat dari sisi kesiapan NSW yang sudah dibuka untuk lingkup seluruh dunia.
Singapura sebagai negara maju dan pengekspor segala macam jenis produk, malah masih ingin tetap melakukan kegiatan impor ekspor secara bilateral dengan Indonesia.
"Kita berbeda, maunya bersatu menjadi integated sistem. Kalau mereka maunya satu-satu, mungkin kita ada kepentingan nasional yang lain," katanya di Kantor Menko Perekonomian, Selasa 23 Juni 2009. "Jadi, saat ini pelaksanaan NSW Singapura masih lambat sedang Indonesia sudah jalan lebih terdepan."
Dalam membangun NSW ini, katanya, pemerintah telah siap melayani ASEAN juga kegiatan impor dari Eropa dan Amerika. Kegiatan NSW ini, misalnya mendeteksi SKA (surat keterangan asal) apakah berasal dari ASEAN atau luar.
"Ini fasilitas supaya jangan sampai ada manipulasi fasilitas yang biasanya banyak lolos," ujarnya. Dengan model NSW yang diterapkan, kegiatan manipulasi seperti ini bisa terdeteksi.
Ke depan, menurut Edy, fasilitas NSW ini akan diterapkan untuk kegiatan ekspor para eksportir. Dengan penerapan yang sama, maka kegiatan impor ekspor Indonesia murni akan menggunakan sistem satu pintu.
"Keuntungannya buat kita, semakin cepat dari sisi pemrosesan dan waktu," ujarnya.
• VIVAnews