Kegiatan ekonomi dunia baru akan pulih pada 2010.
|
|
Tumpukan kontainer ekspor di Tanjung Priok (Fanny Octavianus) |
|
VIVAnews - Bank Dunia memprediksi kegiatan ekonomi dunia baru akan pulih pada 2010. Artinya kegiatan ekspor impor dunia masih akan mengalami kontraksi selama 2009 ini.
Country Direktur Bank Dunia, Joachim von Amsberg mengatakan kegiatan ekonomi baru bisa tumbuh setelah banyak negara mengeluarkan kebijakan stimulus fiskal dan moneter selama 2009.
"Amerika, China dan negara berkembang lain diproyeksi menjadi negara terdepan dalam pemulihan ekonomi ini," katanya dalam seminar bertema 'The Global Economy and The Road to Recovery' di Financial Club, Rabu 24 Juni 2009.
Tapi pertumbuhan ekonomi global ini diproyeksikan masih akan di bawah rata-rata 5 persen.
Hal senada diungkapkan oleh Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan. Menurut dia, selama tiga raksasa ekonomi yaitu Amerika, Uni Eropa dan Jepang masih kontraksi, maka impor dan ekspor masih akan negatif. "Musim dingin mendatang mungkin akan membantu, tapi tetap tidak akan mendongkrak ekspor," kata dia.
Khusus ekspor Indonesia hanya akan bisa positif, apabila harga komoditas naik kembali setara dengan harga 2008 lalu.
Bank Dunia dalam analisanya menyebut kondisi eskpor Indonesia jatuh tersungkur karena merosotnya harga-harga komoditas.
Pada triwulan ke empat tercatat ekspor turun 22 persen relatif terhadap triwulan sebelumnya. Pada Januari ini, nilai ekspor sempat menyentuh posisi
36,1 persen dan kemudian kembali membaik pada Maret lalu tercatat masih diposisi minus 29 persen.
"Semua data ini diambil dari neraca nasional, yang melaporkan ekspor turun 13 persen sampai triwulan pertama," katanya. "Itu berarti karena penurunan harga komoditas."
• VIVAnews