Industri ini terbukti tahan krisis dan mampu menyerap banyak tenaga kerja.
|
|
Kerajinan sulam pita (kreasiku.indonetwork) |
|
VIVAnews - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan bisa menyumbangkan kontribusi signifikan pada ekonomi Indonesia di masa depan, selain tiga sektor reguler perekonomian nasional yakni pertanian, industri dan jasa.
Harapan itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Pekan Produk Kreatif Indonesia di Balai Sidang Jakarta, Jumat 26 Juni 2009.
Menurut Presiden, pelajaran penting yang diambil dari krisis seperti krisis global, krisis energi adalah jangan hanya mengandalkan ekonomi reguler seperti pertanian, industri dan jasa.
Pertanian dan industri merupakan sektor tulang punggung yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pertanian yang berbasis sumber daya diharapkan bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan produk industri bisa diarahkan untuk orientasi ekspor. "Sementara sektor jasa perkembangannya semakin pesat," katanya.
Pariwisata kata dia tetap menguntungkan dan menggeliat meskipun dalam keadaan krisis. "Kontribusi kepariwisataan terhadap produk domesti bruto (GDP) harus makin besar di masa datang. Insya Allah bisa karena kita punya kemampuan," kata Presiden.
Satu sektor potensial ekonomi di masa depan, presiden melanjutkan adalah yaitu ekonomi kreatif yang berbasis budaya bangsa. Kontribusi ekonomi kreatif di waktu krisis tidak mengalami penurunan berarti. Bahkan menjadi andalan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. "Itu akhirnya akan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua sektor ini akan menjadi potensi selain tiga sektor reguler," kata dia.
• VIVAnews