Namun kondisi ekspor semester II 2009 masih jauh lebih baik dibandingkan semester I.
|
|
Menkeu Sri Mulyani (Andika Wahyu) |
|
VIVAnews - Meski masih terjadi kontraksi, perkembangan ekspor impor Indonesia pada semester dua 2009 diperkirakan jauh lebih baik dibandingkan semester pertama tahun ini. Perbaikan itu didukung kondisi global ekonomi dunia yang mulai membaik.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekspor Indonesia pada semester dua 2009 diperkirakan masih akan kontraksi sebesar 9,7 persen, dan impor minus 9,2 persen.
Kondisi ini, lebih baik dibandingkan semester 2009 lalu yang mengalami kontraksi signifikan sampai minus 16,7 persen untuk ekspor dan minus 22,2 persen untuk impor.
Dari sisi pertumbuhan nilai, kata dia, nilai ekspor dan impor Indonesia juga diperkirakan meningkat. Pada semester dua 2009, perkiraan ekspor adalah US$ 53 miliar atau meningkat dibanding ekspor semester satu yang hanya sebesar US$ 48,4 miliar. Sedangkan untuk impor sebesar US$ 43,6 miliar naik dibanding semester satu yang hanya US$ 36,1 miliar.
"Tapi besaran nilai ekspor ini jauh lebih kecil kalau dibandingkan tahun 2008 yang mencapai puncak harga," katanya di DPR, Selasa 30 Juni 2009.
Pemerintah memperkirakan dengan semakin membaiknya kegiatan perdagangan ini, pertumbuhan ekonomi 2009, juga semakin membaik. Semester dua pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa tumbuh 4,6 persen atau lebih baik dibandingkan semester satu yang hanya tumbuh 4,1 persen. "Keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi kita bisa tumbuh 4,3 persen," katanya.
• VIVAnews