Ekspor Mei Mulai Merangkak Naik
Kenaikan ekspor bulan Mei dipicu peningkatan ekspor CPO yang naik lebih dari 50 persen.
Rabu, 1 Juli 2009, 14:06 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
kelapa sawit (Antara/Maril Gafur)

VIVAnews - Setelah sejak awal tahun mengalami penurunan signifikan, ekspor pada Mei 2009 mulai mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik mencatat ekspor pada bulan itu sebesar US$ 9,259 miliar, naik 9,5 persen dibandingkan April 2009.

Dibandingkan April,  ekspor migas masih terjadi penurunan sebesar 12 persen. Namun ekspor non migas mulai terjadi kenaikan 13,3 persen dibanding April 2009, sedangkan dibanding ekspor Mei 2008 menurun 15,77 persen.

"Tapi dibandingkan periode yang sama Januari-Mei 2008, masih terjadi penurunan 29,24 persen atau US$40,74 miliar. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$35,05 miliar atau menurun 21,19 persen ," kata Deputi Bidang Statistik  Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi di kantornya, Rabu 1 Juli 2009.

Dari 10 komoditas utama penyumbang ekspor, kata Ali, terjadi lonjakan tinggi untuk ekspor lemak, minyak hewan  dan nabati (CPO). Jika pada April 2009 ekspor komoditi ini masih US$ 771,2 juta, pada Mei menjadi 1,215 miliar. "Atau naik 57,66 persen," kata dia.

Hanya saja, imbuhnya, jika dilihat dalam lima bulan pertama di tahun 2009, ekspor lemak, minyak hewan dan nabati masih terjadi penurunan cukup tinggi yakni 42,45 persen.

Dia juga menjelaskan, peningkatan ekspor nonmigas terbesar Mei 2009 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$448,5 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$154,4 juta.

Ekspor nonmigas ke Jepang Mei 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$937,7 juta, disusul Amerika Serikat US$845,7 juta dan Singapura US$779,2 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,41 persen.

Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 27 negara ) sebesar US$1,16 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Mei 2009 turun sebesar 26,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, demikian juga ekspor hasil pertanian menurun 10,18 persen, sebaliknya ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 15,15 persen.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.