JK Tak Turut Teken Pakta Pro Persaingan Usaha
KPPU: Siapa pun presiden yang terpilih nanti turut mendukung agenda-agenda besar KPPU.
Sabtu, 4 Juli 2009, 08:59 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Jusuf Kalla melihat sepatu JK Collection Shoes (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Calon presiden Jusuf Kalla (JK) tidak turut menandatangani pakta komitmen pro persaingan usaha yang sehat bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

"Hari ini, KPPU mengumumkan komitmen calon presiden terkait keberpihakan pada iklim persaingan usaha sehat," kata Direktur Komunikasi KPPU A Junaidi kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2009.

Namun, dalam pakta tersebut, baru dua calon presiden yang sudah bersedia meneken, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. "Kami sedang menunggu konfirmasi dari capres Jusuf Kalla, tapi sampai saat ini belum ada informasi," ujar Junaidi.

Junaidi enggan menjelaskan alasan JK belum menandatangani pakta bersama dua capres lainnya. "Kami tidak tahu, mungkin masalah teknis saja," kata dia.

Dalam pakta tersebut, disebutkan calon presiden yang menandatangani jika menjadi presiden akan mendukung penciptaan iklim usaha yang sehat. "Termasuk di dalamnya mencegah praktik monopoli, seperti persekongkolan tender, kartel, dan penyalahgunaan posisi dominan," ujar Junaidi.

KPPU berharap, siapa pun presiden yang terpilih nanti turut mendukung agenda-agenda besar yang tengah dijalankan KPPU, seperti belum dikeluarkannya PP Merger, soal status kelembagaan KPPU, dan amandemen UU No. 5/2004. "Tapi yang paling penting, bagaimana visi pengembangan kebijakan persaingan usaha yang sehat ke depannya," kata dia.


antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
susana
04/07/2009
Mungkin saja karena saat ini JK sudah tidak memegang peranan penting dalam usaha keluarga yang dimilikinya, tidak sulit untuk seorang JK melaksanakan kesepakatan tersebut. Bila kapitalis asing saja berani beliau lawan, rasanya tidak mungkin beliau mengkhianati bangsa sendiri. Masyarakat bangga terhadap pemimpin yang mengutamakan kemadirian bangsa dan menentang keras campur tangan asing dalam penyelenggaraan NKRI maupun mengeruk kekayaan alam milik Indonesia. Dan masyarakat Indonesia bangga kepada pemimpin yang hanya takut kepada Tuhannya bukan takut kepada sesama mahluk atau cinta dunia saja Lebih cepat lebih baik JK Win.
Aldi
05/07/2009
Paling hanya waktu saja, pak JK sadar sekali akan persaingan usaha sehat, lha wong beliau juga yang mencanangkan hal itu, saya yakin kalau hal-hal positif yang dapat memajukan bangsa, pasti pak JK mendukung...
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.