|
VIVAnews - Calon presiden Jusuf Kalla (JK) tidak turut menandatangani pakta komitmen pro persaingan usaha yang sehat bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
"Hari ini, KPPU mengumumkan komitmen calon presiden terkait keberpihakan pada iklim persaingan usaha sehat," kata Direktur Komunikasi KPPU A Junaidi kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2009.
Namun, dalam pakta tersebut, baru dua calon presiden yang sudah bersedia meneken, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri. "Kami sedang menunggu konfirmasi dari capres Jusuf Kalla, tapi sampai saat ini belum ada informasi," ujar Junaidi.
Junaidi enggan menjelaskan alasan JK belum menandatangani pakta bersama dua capres lainnya. "Kami tidak tahu, mungkin masalah teknis saja," kata dia.
Dalam pakta tersebut, disebutkan calon presiden yang menandatangani jika menjadi presiden akan mendukung penciptaan iklim usaha yang sehat. "Termasuk di dalamnya mencegah praktik monopoli, seperti persekongkolan tender, kartel, dan penyalahgunaan posisi dominan," ujar Junaidi.
KPPU berharap, siapa pun presiden yang terpilih nanti turut mendukung agenda-agenda besar yang tengah dijalankan KPPU, seperti belum dikeluarkannya PP Merger, soal status kelembagaan KPPU, dan amandemen UU No. 5/2004. "Tapi yang paling penting, bagaimana visi pengembangan kebijakan persaingan usaha yang sehat ke depannya," kata dia.
antique.putra@vivanews.com