Sesi II Tutup
Pemilu Bakal Lancar, IHSG Dekati 2.100
Indeks di BEI terangkat 2,37 persen ke level 2.083,25. Sedang rupiah di posisi 10.260/US$.
Selasa, 7 Juli 2009, 16:17 WIB
Antique, Arinto Tri Wibowo
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menguat dan mencoba menembus level psikologis di 2.100. Namun, nilai tukar rupiah bergerak tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, kenaikan IHSG pada transaksi hari ini akibat respons positif pelaku pasar terhadap pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) Rabu, 8 Juli 2009 yang disinyalir berjalan lancar.
 
Meski demikian, dia melanjutkan, naik turunnya indeks tetap cenderung dipengaruhi faktor pergerakan saham harian. Apalagi, berdasarkan kebiasaan, kondisi pasar selama Juli-Agustus cenderung mendatar. "Hal itu karena sebagian fund manager memanfaatkan waktu untuk berlibur," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2009.

Pada penutupan transaksi sesi II, Selasa, IHSG terangkat 48,24 poin atau 2,37 persen ke level 2.083,25. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks mmenguat di posisi 2.064,77 atau naik 29,76 poin (1,46 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,75 triliun dengan frekuensi 100.092 kali. Sebanyak 177 saham menguat, 30 melemah, 41 ditutup stagnan, serta 212 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 485,99 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 777,97 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Hang Seng Index melemah 117,14 atau 0,65 persen menjadi 17.862,27, Nikkei 225 turun 33,08 poin (0,34 persen) ke level 9.647,79, dan indeks Straits Times terangkat 6,69 atau 0,30 persen di posisi 2.273,76.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham unggulan (blue chips) yang mengalami penguatan harga besar antara lain PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terangkat Rp 650 (5,96 persen) di level Rp 11.550, PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp 250 atau 2,48 persen menjadi Rp 10.300, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp 190 (11,11 persen) menjadi Rp 1.900.

Rupiah Bergerak Tipis
Asti Pohan, analis PT BNI Securities mengakui, rupiah kembali bergerak tipis terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.260/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.240 per dolar AS.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.240 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Senin, 6 Juli 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di level 10.230/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.