Indeks di BEI terkoreksi 2,09 persen ke level 2.020, sedang rupiah di posisi 10.200/US$.
|
|
Papan perdagangan saham (ANTARA) |
|
VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada akhir transaksi sesi II Senin, 13 Juli 2009 masih terkoreksi dan sempat mendekati level 2.000.
Menurut pengamat pasar modal Deni Hamzah, sentimen bursa regional yang rata rata berada di teritori negatif dan terkoreksi mencapai dua persen pada sesi siang tadi menjadi pemicu masih bercokolnya IHSG di zona merah saat penutupan sesi II hari ini.
"Minimnya sentimen positif dalam negeri juga menjadi penyebabnya," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, awal pekan ini.
Dia menambahkan, aksi ambil untung (take profit) investor terhadap saham-saham unggulan (blue chips) sektor pertambangan, perbankan dan infrstruktur turut mendorong terkoreksinya indeks di akhir transaksi Senin.
Pada penutupan transaksi sesi II Senin, IHSG terkoreksi 42,95 poin atau 2,09 persen ke level 2.020,14. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks melemah di posisi 2.021,36 atau turun 41,74 poin (2,03 persen).
Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,33 triliun dengan frekuensi 79.791 kali. Sebanyak 30 saham menguat, 180 melemah, 36 ditutup stagnan, serta 217 saham tidak terjadi transaksi.
Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 726,75 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 868,48 miliar.
Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Hang Seng Index melemah 82,17 atau 0,46 persen menjadi 17.708,42, Nikkei 225 turun 3,78 poin (0,04 persen) ke level 9.287,28, dan indeks Straits Times terkoreksi 1,11 atau 0,05 persen di posisi 2.306,50.
Di Bursa Efek Indonesia, saham blue chips tambang dan perbankan yang mengalami pelemahan harga besar antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terkoreksi Rp 800 (4,30 persen) di level Rp 17.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah Rp 350 atau 3,09 persen menjadi Rp 10.950, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp 300 (4,41 persen) menjadi Rp 6.500.
Rupiah Bergerak Terbatas
Sedangkan Asri Pohan, analis PT BNI Securities mengakui, rupiah hari ini masih bergerak sempit terhadap dolar Amerika Serikat dibandingkan transaksi sebelumnya, sehingga turut mempengaruhi posisi pelaku pasar dalam saham.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bergerak di level 10.200/US$ dari transaksi pagi tadi yang dibuka di posisi 10.205 per dolar AS.
Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 10.190 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Jumat, 10 Juli 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 10.145-10.147/US$.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews