Pengembangan yang ditempuh SENADA masuk ke basis inovasi, mutu, pasar, regulasi & kualitas
|
|
Tekstil (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis) |
|
VIVAnews - SENADA, proyek empat tahunan penguatan daya saing yang didanai the United States Agency for International (USAID) di Indonesia berhasil menelurkan 40 cerita sukses (success story).
"Terutama di sektor-sektor otomotif, tekstil, industri kecil menengah (IKM) dari keramik hingga pengolahan limbah," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawadi saat SENADA Partners Conference "Lessons Learned In Industry Competitiveness" di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa, 14 Juli 2009.
Edy menuturkan, pengembangan yang dilakukan SENADA telah masuk ke basis inovasi, mutu, pasar, regulasi, dan kualitas. "Mereka (SENADA) telah masuk ke sektor riil, langsung bantu ke pelaku usaha," ujarnya.
Dia mencontohkan, pelaku usaha keramik di Banjarnegara telah berhasil memproses dengan teknologi tepat guna yang dipatenkan oleh pelaku usaha di daerah itu. "Dengan teknologi tersebut, pelaku bisa menghemat energi listrik yang semula bisa 18 jam, hanya memakai delapan jam dengan biaya Rp 1,8 juta per hari," kata Edy.
Selain itu, Edy menambahkan, pengembangan dilakukan juga dalam kerangka regulasi, terutama di daerah. "Perbaikan regulasi di daerah untuk kegiatan UKM, karena banyak beban di regulasi sehingga membutuhkan start up yang lama," ujarnya.
Edy berharap, proyek SENADA bisa dirintis baik lembaga swadaya lain atau pemerintah daerah setempat. "Mereka yang ahli di SENADA tetap melanjutkan ke sektor lain. Jadi, bajunya ditukar, tapi rohnya tetap sama," kata dia. Terutama di daerah-daerah yang belum terjamah pengembangan daya saing industri seperti, Bengkulu, NTT, Irian Jaya, dan Halmahera.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews