Saat ini, 160 usaha mebel dari ribuan perusahaan di bawah Asmindo mengantongi sertifikat.
|
|
(dok. Corbis) |
|
VIVAnews - Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan sebanyak 200 usaha mebel telah mengantongi sertifikat usaha hingga akhir tahun ini melalui Asmindo Certificate Center (ACC).
"Sertifikat ini penting agar produk mebel kita diterima di negara-negara dengan tingkat standarisasi tinggi, seperti Eropa dan Amerika Serikat," kata Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono di sela-sela SENADA Partners Conference di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa, 14 Juli 2009.
Hingga saat ini, Ambar menambahkan, telah ada 160 usaha mebel dari ribuan perusahaan di bawah asosiasinya yang telah mengantongi sertifikat. "Standarisasi ini sebagai strategi makro internasional untuk mengembangkan pasar. Kalau tidak ambil sertifikasi, nanti dianggap negara maling," ujarnya.
ACC yang sudah berdiri sejak dua tahun lalu, merupakan proyek kerja sama Asmindo dengan SENADA. "Walau SENADA telah selesai, tapi fasilitasnya bisa dilimpahkan ke Asmindo. Nanti akan ada transfer knowledge," kata dia. ACC telah berdiri di tiga kota besar, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.
Pusat sertifikasi tersebut semula dibentuk untuk mengakomodir usaha mebel yang merasa keberatan dengan biaya sertifikasi yang cukup tinggi. "Umumnya satu sertifikat untuk setahun bisa Rp 100 juta," kata Ambar.
Selain sertifikasi usaha, ACC juga bergerak dalam sertifikasi hutan. "Sudah masuk di hutan rakyat Kebumen," ujarnya.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews