Tahun 2010
Bea Masuk 13 Industri Ditanggung Pemerintah
13 sektor itu di antaranya, industri plastik kemasan yang belum dibuat di dalam negeri.
Kamis, 27 Agustus 2009, 14:40 WIB
Antique, Elly Setyo Rini
Industri tekstil (Saptono)

VIVAnews - Sebanyak 13 sektor industri diusulkan mendapatkan bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) pada tahun anggaran 2010. Total BMDTP yang hendak diajukan ke Departemen Keuangan senilai Rp 1,68 triliun.
 
Departemen Perindustrian mencatat 13 sektor industri tersebut di antaranya, industri plastik kemasan yang belum dibuat di dalam negeri (Rp 60,4 miliar), industri plastik kemasan sudah dibuat di dalam negeri tapi tidak sesuai spesifikasi (Rp 39,2 miliar), industri tekstil (chips untuk industri karpet) (Rp 40 miliar), industri logam mur baut (Rp 23 miliar), industri logam steel cord (Rp 21 miliar), industri alat angkut darat dan kedirgantaraan (Rp 795,2 miliar).
 
Tujuh sektor lainnya, industri alat besar (Rp 210 miliar), industri sorbitol (Rp 2 miliar), industri PLTU (Rp 14 miliar), industri ballpoint (Rp 15 miliar), industri telematika (Rp 100 miliar), industri elektronika (Rp 215 miliar), dan industri perkapalan (Rp 151 miliar), sebelumnya telah mendapat alokasi stimulus BMDTP pada tahun 2009.
 
Usulan tersebut dilatarbelakangi masih adanya bahan baku industri yang dibutuhkan, sedangkan bahan baku tersebut belum diproduksi di dalam negeri.
 
Depperin masih mengusulkan dikenakannya stimulus BMDTP tahun depan meski realisasi tahun ini masih cukup rendah.
 
Per data 27 Juli 2009, serapan BMDTP hanya sebesar Rp 336,66 miliar sedangkan alokasi anggaran mencapai Rp 1,336 triliun.

Sembilan sektor industri mendapat alokasi di antaranya, industri komponen kendaraan bermotor (Rp 795,2 miliar), industri komponen kendaraan elektronika (Rp 215,4 miliar), industri perkapalan (Rp 151 miliar), industri bagian tertentu alat besar (Rp 106 miliar), industri komponen PLTU (Rp 14 miliar), industri pembuatan sorbitol (Rp 700 juta), industri telematika (Rp 50 miliar), industri pembuatan methylin mercaptide (Rp 900 juta), dan industri pembuatan ballpoint (Rp 3,2 miliar).
 
Serapan terendah terjadi pada industri perkapalan yang hanya sebesar 3,19 persen atau Rp 4,82 miliar dari alokasi Rp 151 miliar. Sementara itu, serapan tertinggi terjadi pada industri methlin mercaptide yang mencapai 90 persen atau Rp 810 juta dari alokasi Rp 900 juta.
 

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.