Recehan Rp 2.000 Bakal Picu Inflasi
Sekarang ini produsen sudah mulai melakukan penyesuaian harga.
Rabu, 16 September 2009, 12:31 WIB
Umi Kalsum, Agus Dwi Darmawan
Bagian belakang uang kertas pecahan Rp 2.000 (Bank Indonesia)

VIVAnews - Meski nilainya kecil, pecahan Rp 2.000 diprediksi bakal memicu inflasi. Pecahan baru ini akan membuat produsen melakukan penyesuaian harga.

Tidak hanya penyesuaian harga, anggota Komisi XI DPR RI Natsir Mansyur juga menuturkan saat ini produsen juga mulai
mengantisipasi kemungkinan berkurangnya uang pecahan Rp 500. "Pengusaha kelimpungan, karena menyesuaikan dengan terbitan
uang baru," kata dia di DPR, Rabu 16 Agustus 2009.

Natsir mencontohkan soal parkir, misalnya dulu masih bisa dihargai Rp 500, tapi karena sebaran uang Rp 1.000 lebih mudah ditemukan, tarif parkir pun disesuaikan.

"Sudah empat tahun, kita tidak menerbitkan uang dengan nominal baru. Begitu uang Rp 2.000 keluar kapasitas uang Rp 500 mungkin akan semakin berkurang. Harga-harga jadi naik dan muncul inflasi," katanya.

Untuk itu Natsir berharap Bank Indonesia tetap menjaga secara proporsional sebaran uang Rp 500 agar produksinya tidak tertekan lagi dibanding pecahan Rp 2.000.

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.