Memburu Pecahan 2000
Antre Sejak Sahur Pun Dilakoni
Itu terjadi di berbagai kantor cabang Bank Indonesia di seluruh Indonesia.
Rabu, 16 September 2009, 13:00 WIB
Heri Susanto
Bagian depan uang kertas pecahan Rp 2.000 (Bank Indonesia)

VIVAnews - Bank Indonesia mengkhawatirkan permintaan masyarakat terhadap uang pecahan baru Rp 2000 jauh melebihi pasokan yang ada.

"Kami agak ngeri jika over demand," ujar Deputi Direktur Pengedaran Uang BI, Yopie Alimudin kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 16 September 2009. 

Dia mengungkapkan permintaan masyarakat terhadap mata uang baru bergambar pahlawan Pangeran Antasari sangat tinggi. Itu terjadi di berbagai kantor cabang Bank Indonesia di seluruh Indonesia, seperti di Surabaya, Semarang, Bandung, Cirebon, hingga Pontianak.

Antrean para pemburu duit pecahan baru itu sangat panjang. Di beberapa cabang, seperti di Surabaya dan Cirebon, panjang antrean sampai 1,800 orang. "Bahkan, mereka sudah antre di depan kantor BI sejak usai sahur. Padahal, kantor baru buka pukul 08.00 pagi," katanya.

Dia menjelaskan mereka yang memburu uang baru itu bukan hanya untuk kepentingan pribadi, termasuk dipakai untuk berbagi kenapa sanak saudara. Tetapi, banyak pula yang sengaja antre untuk diperjualbelikan kembali. "Lumayan kan dapat marjin 5 - 10 persen."

Menurut dia, akibat antrean panjang tersebut, para staf kasir BI membutuhkan waktu hingga 10 jam nonstop untuk melayani para penukar uang. Karena itu, batas buka jam kantor diperpanjang dari biasanya selama setengah jam menjadi pukul 14.30.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.