Sesi II Tutup
IHSG & Rupiah Kompak Menguat
Indeks di BEI terangkat 0,79% ke level 2.439, sedang rupiah berada di posisi 9.712/US$.
Rabu, 16 September 2009, 16:21 WIB
Antique
Rupiah (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali berakhir bergerak positif. Nilai tukar rupiah juga terlihat menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Menurut analis PT BNI Securities Tbk Asti Pohan, data ekonomi Amerika yang disambut penguatan indeks setempat dan kawasan Asia masih mempengaruhi pergerakan indeks domestik.

"Harga berbagai komoditas dunia yang juga dilaporkan menguat seperti minyak bumi, nikel, timah dan minyak kelapa sawit mentah baik yang diperdagangkan di Malaysia dan Rotterdam Belanda turut menjadi katalis ramainya aksi beli saham," kata dia melalui riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu, 16 September 2009.

Terlebih lagi, kata Asti, World Bank yang baru saja merevisi naik prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

IHSG pada penutupan transaksi sore hari ini terangkat 19,25 poin (0,79 persen) ke level 2.439,36. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks menguat di posisi 2.436,58 atau naik 16,47 poin (0,68 persen).

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,35 triliun dan volume tercatat 8,87 juta lot, dengan frekuensi 97.222 kali. Sebanyak 123 saham menguat, 61 melemah, 77 ditutup stagnan, serta 202 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 776,81 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 620,80 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Hang Seng Index terangkat 536,55 atau 2,57 persen menjadi 21.402,92, Nikkei 225 naik 53,15 poin (0,52 persen) ke level 10.270,77, dan Straits Times menguat 36,02 atau 1,37 persen di posisi 2.674,42.

Di Bursa Efek Indonesia, saham-saham komoditas yang menguat di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 500 atau 2,44 persen ke level Rp 20.950, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) terangkat Rp 500 (2,05 persen) menjadi Rp 24.800, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat Rp 125 atau 5,05 persen di posisi Rp 2.600.

Rupiah Positif
Asti juga mengakui, mata uang rupiah yang sejak pagi tadi ditukarkan menguat daripada sehari sebelumnya menunjukkan investor masih optimistis untuk berinvestasi di Indonesia.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah berada di posisi 9.712 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.828/US$.

Berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.830 per dolar AS. Sedangkan pada perdagangan Selasa, 15 September 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.895-9.936/US$.


antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.