|
VIVAnews - Kinerja ekspor mebel Indonesia pada triwulan ketiga mengalami penurunan sebanyak 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Ekspor kita masih melorot tapi diharapkan pada akhir tahun ekspor akan membaik," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2009.
Diperkirakan pada akhir tahun, ekspor hanya akan minus 10 persen atau mencapai US$ 2,2 miliar. "Ekspor hingga akhir tahun bisa minus 10 persen karena Trade Expo Indonesia 2009 akan benar-benar didatangi importir negara asing," ujar Ambar.
TEI 2009 akan diselenggarakan di JI Expo, Kemayoran, pada 28 Oktober hingga 1 November 2009.
Ambar mengaku pihaknya sudah secara aktif mendatangi negara-negara importir mebel dan kerajinan potensial untuk melakukan survei pasar. "Kami sudah datangi Yunani, Belgia, Perancis untuk menanyakan masalah yang sering terjadi dengan produk mebel dan kerajinan Indonesia," ujarnya.
Dalam pameran tersebut, pengusaha mebel dan kerajinan meminta dukungan pemerintah untuk memfasilitasi secara aktif upaya pendekatan ke negara-negara tersebut.
"Itu karena industri ini membuka lapangan kerja untuk 9 juta jiwa di Indonesia," kata dia.
hadi.suprapto@vivanews.com