Kabinet Baru 2009-2014
Siapa Mustafa Abubakar, Calon Menteri BUMN
Darah kepemipinannya sudah lahir sejak kecil yang pintar berpidato.
Senin, 19 Oktober 2009, 09:25 WIB
Antique
Mustafa Abubakar (bulog.co.id)

VIVAnews - Sejumlah nama-nama baru yang sebelumnya tak disangka banyak orang bakal dicalonkan menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II bermunculan.

Salah satunya, Mustafa Abubakar yang diduga akan dijagokan menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Sofyan Djalil.

Mustafa Abubakar, lahir di Pidie, Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 15 Oktober 1949. Saat ini, dirinya menjabat Direktur Utama Perusahaan Umum (PERUM) Badan Urusan Logistik (BULOG) Republik Indonesia.

Selain itu, ia juga adalah mantan Pelaksana Tugas Harian Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Meureudu, Aceh. Kuliah S1 sampai S3 dijalaninya di Institut Pertanian Bogor.

Darah kepemipinannya sudah lahir sejak kecil yang pintar berpidato, pernah menjadi Ketua Dewan Mahasiswa IPB Bogor, Ketua Ikatan Konsultan Indonesia (INKINDO), dan pernah menjadi Ketua Masyarakat Perikanan Indonesia.

Sementara itu, dalam audisi hari kedua calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Minggu 18 Oktober 2009, dirinya membahas tentang penyelamatan korporasi di Indonesia dengan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Selain itu, kata dia, presiden meminta peningkatan pemberdayaan BUMN.

Saat wawancara, SBY mengatakan bahwa manajemen BUMN yang sudah dilakukan kabinet yang lewat punya potensi untuk ditingkatkan lagi. "Pemberdayaan BUMN ini adalah Soko Guru perekonomian kita. Salah satu tiang untuk menuju kesejahteraan rakyat," kata Mustafa mengutip SBY.


antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
 
komentar
Erlan Johan
22/10/2009
Ucapan Selamat kepada Bapak sebagai Putra daerah NAD yang telah diberi kepercayaan mengemban tugas berat di BUMN. Pak Mustafa,.... saya ada pesan: mohon Bapak secara berkhala dengan POAC ke BUMN terutama Perkebunan besar (PT.Perkebunan Nusantara) karena merupakan sumber devisa negara terbesar juga, alangkah ruginya negara kalau banyak terjadi kebocoran di Perkebunan besar. terima kasih atas manuiver Bapak nantinya, semoga Sukses.....!!!
Kirim Komentar
Nama
Email
Komentar
Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
Jika anda member Vivanews, silahkan login, atau Daftar ID anda.